Sinopsis: Kompetisi sengit terjadi di sebuah kantor konsultan di Jakarta. Pesertanya adalah para cungpret, alias kacung kampret. Yang mereka incar bukanlah penghargaan pegawai terbaik, jabatan tertinggi, atau bonus terbesar, melainkan memenangkan taruhan untuk segera resign! Cungpret #1: Alranita Pegawai termuda yang tertekan akibat perlakuan sang bos yang semena-mena. Cungpret #2: Carlo Pegawai yang baru menikah dan ingin mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi. Cungpret #3: Karenina Pegawai senior yang selalu dianggap tidak becus tapi terus-menerus dijejali proyek baru. Cungpret #4: Andre Pegawai senior kesayangan si bos yang berniat resign demi dapat menikmati kehidupan keluarga yang lebih normal dan seimbang. Sang Bos: Tigran Pemimpin genius, misterius, dan arogan, tapi sukses dipercaya untuk memimpin timnya sendiri pada usianya yang masih cukup muda. Resign sebenarnya tidak sulit dilakukan. Namun kalau kamu memiliki bos yang punya radar sangat kuat seperti Tigran, semua u...
Menurut W.J. Reddin (1967), dalam gaya kepemimpinan terdapat gaya yang efektif dan gaya yang tidak efektif.
Empat gaya yang efektif tersebut adalah:
1. Eksekutif (Executive).
gaya ini disebut sebagai motivator yang baik, mau menetapkan standar kerja yang tinggi, mengenal perbedaan diantara individu dan kerja sama tim.
2. Pengembang (Developer).
Empat gaya yang tidak efektif adalah:
1. Kompromi (Compromiser).
Empat gaya yang efektif tersebut adalah:
1. Eksekutif (Executive).
Banyak memberikan perhatian pada tugas-tugas, pekerjaan dan hubungan kerja. Seorang pemimpin yang menggunakan
gaya ini disebut sebagai motivator yang baik, mau menetapkan standar kerja yang tinggi, mengenal perbedaan diantara individu dan kerja sama tim.
2. Pengembang (Developer).
Memberikan perhatian yang maksimum terhadap hubungan kerja dan perhatian yang minimum terhadap tugas pekerjaan.
Seorang pemimpin yang menggunakan gaya ini mempunyai kepercayaan yang implisit terhadap anggota organisasi dan sangat perhatian terhadap pengembangan mereka sebagai seorang individu.
3. Otokratis yang baik hati (Benevolent Outocrat).
3. Otokratis yang baik hati (Benevolent Outocrat).
Memberikan perhatian yang maksimum terhadap tugas dan perhatian yang minimum terhadap hubungan kerja.
Seorang pemimpin yang menggunakan gaya ini mengetahui secara tepat apa yang ia inginkan dan bagaimana memperoleh yang diinginkan tersebut tanpa menyebabkan ketidakseganan dipihak lain.
4. Birokrat (Bureaucrat).
4. Birokrat (Bureaucrat).
Memberikan perhatian yang minimum terhadap tugas maupun hubungan kerja.
Seorang pemimpin yang menggunakan gaya ini sangat tertarik pada peraturan-peraturan dan menginginkan memeliharanya serta melakukan kontrol situasi secara teliti.
Empat gaya yang tidak efektif adalah:
1. Kompromi (Compromiser).
Memberikan perhatian yang besar pada tugas dan hubungan kerja dalam situasi yang menekankan pada kompromi.
Pemimpin yang menggunakan gaya ini merupakan pembuat keputusan yang jelek, banyak tekanan yang mempengaruhinya.
2. Missionari (Missionary).
2. Missionari (Missionary).
Memberikan perhatian yang maksimum pada orang dan hubungan kerja, tetapi memberikan perhatian yang minimum terhadap tugas dengan perilaku yang tidak sesuai.
Pemimpin yang menggunakan gaya ini hanya menilai keharmonisan sebagai suatu tujuan dalam dirinya.
3. Otokrat (Autocrat).
3. Otokrat (Autocrat).
Memberikan perhatian yang maksimum pada tugas dan minimum terhadap hubungan kerja dengan suatu perilaku yang tidak sesuai.
Pemimpin yang menggunakan gaya ini tidak mempunyai kepercayaan pada orang lain, tidak menyenangkan dan hanya tertarik pada jenis pekerjaan yang segera selesai.
4. Lari dari tugas (Deserter).
4. Lari dari tugas (Deserter).
.
Gaya ini sama sekali tidak memberikan perhatian pada tugas maupun hubungan kerja.
Dalam situasi tertentu gaya ini tidak begitu terpuji, karena pemimpin seperti ini pasif, tidak mau ikut campur tangan secara aktif dan positif.
Comments
Post a Comment