Sinopsis: Kompetisi sengit terjadi di sebuah kantor konsultan di Jakarta. Pesertanya adalah para cungpret, alias kacung kampret. Yang mereka incar bukanlah penghargaan pegawai terbaik, jabatan tertinggi, atau bonus terbesar, melainkan memenangkan taruhan untuk segera resign! Cungpret #1: Alranita Pegawai termuda yang tertekan akibat perlakuan sang bos yang semena-mena. Cungpret #2: Carlo Pegawai yang baru menikah dan ingin mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi. Cungpret #3: Karenina Pegawai senior yang selalu dianggap tidak becus tapi terus-menerus dijejali proyek baru. Cungpret #4: Andre Pegawai senior kesayangan si bos yang berniat resign demi dapat menikmati kehidupan keluarga yang lebih normal dan seimbang. Sang Bos: Tigran Pemimpin genius, misterius, dan arogan, tapi sukses dipercaya untuk memimpin timnya sendiri pada usianya yang masih cukup muda. Resign sebenarnya tidak sulit dilakukan. Namun kalau kamu memiliki bos yang punya radar sangat kuat seperti Tigran, semua u...
Definisi
Menurut Effendi dalam Sunarto (2003),
Bentuk komunikasi interpersonal dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu:
Menurut Devito (1989), efektivitas komunikasi interpersonal terdapat empat faktor yang dipertimbangkan yaitu:
1. Keterbukaan (Openness). Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang anda lontarkan adalah memang milik anda dan anda bertanggung jawab atasnya. Cara terbaik untuk menyatakan tanggung jawab ini adalah dengan pesan yang menggunakan kata saya (kata ganti orang pertama tunggal).
2. Empati (Empathy). Empati adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada saat tertentu.
3. Sikap mendukung (Supportiveness). Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung.
4. Sikap positif (positiveness). Kita mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi interpersonal dengan sedikitnya dua cara: Menyatakan sikap positif dan secara positif mendorong orang yang menjadi teman kita berinteraksi.
Komunikasi adalah proses pengoperasian rangsangan (stimulus) dalam bentuk lambang atau simbol bahasa atau gerak (non verbal) untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Stimulus atau rangsangan dapat berupa suara/ bunyi atau bahasa lisan berupa gerakan, tindakan atau simbol-simbol yang dapat dimengerti oleh pihak lain, oleh sebab itu reaksi atau respon dalam bentuk simbol merupakan pengaruh atau hasil proses komunikasi (Notoatmojo, 2007).
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya (Mulyana, 2000).
Menurut Effendi dalam Sunarto (2003),
komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar komunikator dengan komunikan, komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif dan berhasil atau tidak.
Perlu ditekankan disini bahwa komunikasi interpersonal adalah dasar dari komunikasi karena tidak mungkin seseorang berbicara dengan orang lain sebelum ia sendiri mempertanyakan apa gerangan persoalan atau masalah yang ditemui dalam percakapan yang melibatkan dirinya dengan orang lain. Setelah adanya jawaban yang keluar dari dirinya sendiri, maka ia baru dapat mengeluarkan atau mengekspresikan pendapat, perasaan yang terkandung di dalam hatinya.
Bentuk komunikasi interpersonal dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu:
- Komunikasi interpersonal verbal, dan
- Komunikasi interpersonal non verbal.
Komunikasi interpersonal verbal menggunakan kata-kata yang meliputi bahasa lisan. Komunikasi lisan sering digunakan orang banyak, karena dapat mewakili hal yang konkret dalam dunia dan dapat mewakili hal yang bersifat abstrak. Komunikasi interpersonal non verbal menyangkut tentang sikap, ekspresi wajah yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan (Klapper, 1960).
Menurut Devito (1989), efektivitas komunikasi interpersonal terdapat empat faktor yang dipertimbangkan yaitu:
1. Keterbukaan (Openness). Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang anda lontarkan adalah memang milik anda dan anda bertanggung jawab atasnya. Cara terbaik untuk menyatakan tanggung jawab ini adalah dengan pesan yang menggunakan kata saya (kata ganti orang pertama tunggal).
2. Empati (Empathy). Empati adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada saat tertentu.
3. Sikap mendukung (Supportiveness). Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung.
4. Sikap positif (positiveness). Kita mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi interpersonal dengan sedikitnya dua cara: Menyatakan sikap positif dan secara positif mendorong orang yang menjadi teman kita berinteraksi.
Menurut Richard Denny dalam Communicate to Win (2006), cara paling mudah dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara adalah dengan menunjukkan minat terhadap lawan bicara menggunakan bahasa tubuh, lewat kontak mata dan bahasa tubuh berhadapan, tentunya cara termudah untuk memulai suatu percakapan dengan bertanya, percakapan bukan dimana satu orang berbicara dan orang lain tidak mendengarkannya tetapi orang lain tersebut memikirkan apa yang dikatakan kemudian.
Comments
Post a Comment